Hardyantz

Piala Dunia dan Tangis Spanyol

19 Jun 2014 - 14:55 WIB

Jakarta - Entah mengapa sepakbola selalu dikait-kaitkan dengan kegembiraan. Bahkan Piala Dunia yang cuma ada empat tahun sekali pun dianggap sebagai pesta besar. Padahal tak selamanya sepakbola menyisakan kegembiraan dan pesta meriah.

Ambil contoh bagaimana Piala Dunia 2014 diawali oleh kisah-kisah tidak menyenangkan; mulai dari stadion yang tak selesai-selesai dibangun, pekerja yang meninggal dalam pembangunannya, hingga demonstrasi yang tidak kunjung berhenti –bahkan sampai beberapa jam sebelum Piala Dunia 2014 melakukan kick-off.

Demonstrasi tersebut bisa diartikan sebagai jeritan dan rasa frustrasi. Bagi mereka yang mengikuti perkembangan di Brasil sana, sudah barang tentu mengetahui bahwa Piala Dunia di Brasil ini dihelat di atas kondisi ekonomi yang serba-sulit. Pesta sepakbola tersebut membuat Brasil tampak seperti orang yang sibuk bersolek, sementara tubuhnya sedang digerogoti sakit keras.

Tentu, kita akan melihat bagaimana pesta bola tersebut tetap berjalan meriah. Yang diunjukkan kamera televisi di dalam stadion adalah bagaimana warna-warni dan kegembiraan memeriahkan tiap pertandingan; bagaimana tiap pemain merayakan golnya, bagaimana para suporter menggambar-gambari wajahnya dengan bendera negara sendiri, sampai menghias badan dengan atribut yang “wah”. Sungguh menyenangkan.


TAGS  


Author

yarasga saja
@yarasga
buyung@detik.com

blog tentang segala tentang LFC

Recent Post

Recent Comments

Archive